KESAKSIAN LUAR BIASA BAMS SAMSON TENTANG TUHAN YESUS "TERINSPIRASI SANG AYAH"

Di saat kariernya tengah bersinar, rupanya terbersit kerinduan dalam diri Bams untuk melayani Tuhan Yesus. Kerinduannya pun terjawab, ia ditawari menjadi vokalis GMB. “Dari dulu gue sudah terpikir untuk pelayanan. Karena tawaran itu, akhirnya gue enggak jadi buat album rohani solo,” jelas pemilik nama lengkap Bambang Reguna Bukit. “Gue serius ada di sini (pelayanan-red). Jujur di sini gue enggak nyari duit. Gue nyari kepuasan hati. Gue ingin bisa nyenengin orang lain. Ketika orang bisa tergerak mengikut Tuhan, kepuasan itu enggak terbayar.”
 
Tatkala ditawari menjadi vokalis GMB, pertimbangan rupiah rupanya jauh dari pikiran Bams. “Di pelayanan gue betul-betul nothing to lose. Gue enggak nyari duit dan ketenaran, karena ketenaran juga enggak ada gunanya,” imbuh pria kelahiran 16 Juni 1983 ini. Bams berharap apa yang dilakukannya bisa membantu orang-orang yang tengah butuh pencerahan.

NASIHAT SANG AYAH
Usut punya usut, ternyata alasan Bams terjun di dunia pelayanan karena nasihat Sang Ayah. “Bokap (Ayah-red) gue selalu bilang, jangan ketika kamu sudah menjadi ampas dan cacat, kamu baru melayani Tuhan Yesus,” jelas jemaat GBKP Cempaka Putih, Jakarta.

Selain gara-gara nasihat Sang Ayah, rupanya Bams juga terinspirasi dari Ayahnya. “Di Gereja Bokap aktif melayani. Dia ikut vokal grup. Dia juga mendirikan LBH buat masyarakat yang teraniaya tetapi enggak mampu bayar. Masak gue yang cuma punya Band Samson enggak mau melayani,” ujar putera dari Pengacara Hotma Sitompoel ini.

Bams menyimpan kekaguman terhadap Ayahnya. Meski sudah menjadi pengacara hebat, ia masih memiliki hati untuk melayani Tuhan Yesus dan orang lain. Sikap itulah yang kini ditirunya. Selagi mampu berkarya, ia ingin melayani Tuhan. Ia tidak ingin nantinya menyesal bila terlambat melayani Tuhan. “Bukannya gue menyombongkan diri. Gue ingin orang lain tertular semangat gue. Jangan nantinya telat melayani.”


TIDAK MERUBAH DIRI
Menjadi penyanyi rohani tidak hanya dituntut bisa menyanyi dengan baik.Ia juga harus memiliki kepribadian yang baik. Itu berarti Bams pun harus demikian. “Kehidupan sehari-hari gue enggak ada yang perlu dirubah. Gue tahu yang namanya dunia gemerlap karena gue manggung di klub. Cuman gue enggak ikut-ikutan pake narkoba, seks bebas, dan alkohol. Gue bersih dari itu semua.”

Sebagai penyanyi sekuler, memungkinkan bagi Bams untuk harus manggung di klub. Namun, kesempatan itu tidak ia salah gunakan. Ia ingin menjadi terang di tempat itu. Caranya, ia menolak untuk minum-minuman keras, seks bebas, dan narkoba. Ia ingin menunjukkan kepada teman-temannya bahwa ia bisa bersih dari minum-minuman keras, seks bebas, dan narkoba. “Kalau gue bisa, berarti mereka juga bisa,” tandasnya.

Kendati demikian, godaan untuk mencicipi alkohol, seks bebas, dan narkoba selalu datang. Selama ini Bams bisa menolak berbagai godaan tersebut. “Godaan apapun sebetulnya bisa kita taklukin. Sebab itu semua sebenarnya datang dari pikiran. Gue punya banyak temen yang jatuh dalam seks bebas, alkohol, dan drugs. Mereka nyesel banget sudah melakukan itu semua.”

Bams belajar dari pengalaman teman-temannya yang jatuh dalam seks bebas dan narkoba. Ia tidak ingin hidupnya sama seperti teman-temannya. “Terlalu banyak yang harus dikorbankan. Konsekuensinya lebih berat ketimbang nikmatnya yang sesaat,” katanya.

Bams melihat harga yang harus dibayar terlalu besar bila menuruti keinginan dosa seks, narkoba, dan alkohol. Karena itu, Bams lebih memilih melayani Tuhan Yesus dan menyenangkan orang lain, sebab kepuasannya tidak bisa terbayar dengan materi apapun.

sumber : rizkypurukan08.blogspot.co.id
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

AHOK : Jika Tuhan di Pihak Kita, Siapakah Lawan Kita?




Dalam sebuah acara Prime Time News di salah satu televisi swasta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan keyakinannya bahwa yang memberikan jabatan adalah Tuhan. Sehingga menurutnya, sekeras apa pun usaha orang untuk menjatuhkan dirinya, tak akan mampu melawan ketentuan Tuhan.

"Jabatan itu dikasih dan amanah dari Tuhan bukan dari manusia. Itu sebabnya saya yakin, kalau saya benar Tuhan pasti membela saya," ungkap Ahok, Jumat (13/05).


Lebih jauh Ahok menjelaskan pengalamannya selama ini, khususnya terkait menjelang pemilihan Gubernur Jakarta untuk periode 2017-2022, berbagai fitnah, upaya menjebak dirinya, menjelek-jelekan dirinya, hingga persekongkolan ingin menjatuhkan dirinya terjadi namun kita bisa lihat tidak ada yang berhasil.

"Orang gali lobang untuk menjatuhkan saya eh orang itu malah jatuh sendiri ke dalam lubang yang dia buat," jelasnya.

Ahok juga tau ketika ada orang-orang yang ingin menjebaknya, misalnya ketika dirinya berniat mencalonkan diri bersanding dengan Djarot, Tuhan melalui relawan Teman Ahok, katanya, mengingatkan dirinya untuk tetap teguh memilih jalur independen dan meninggalkan PDI-P.


"Mereka (temanahok) bilang, kalau menunggu PDI-P ternyata pada saat injury time bukan saya yang dipilih maka tidak ada waktu lagi untuk mencalonkan diri lewat jalur independen," jelasnya.

Dalam acara tayangan televisi tersebut, saat ditanya oleh pemandu acara soal sikapnya yang terkesan tidak ambisius karena tidak melakukan pencitraan, Ahok menjawab bahwa ia hanya bekerja berdasarkan kebaikan dan kebenaran, tidak peduli dengan pencitraan.

"Kalau Tuhan di pihak kita, siapakah lawan kita?" kata Ahok yakin.


Penulis: Agus Panjaitan
Sumber: sentananews.com 
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Kesaksian Pongky “Jikustik” Barata. SAYA CINTAI YESUS dengan MUSIK







Cukup 3 Menit dan Kuberikan Hatiku kepada Tuhan

Pertamakali masuk ke Gereja Bethany Indonesia – Nginden ya pada tanggal 18 Mei 2007. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa hadir ditengah-tengah jemaat Gereja Bethany Indonesia – Nginden. Pertama kali saat saya masuk ke area Gereja ini saya hanya bisa berdecak kagum, setelah masuk dan melihat sendiri sarana yang ada didalam area Gereja Bethany Indonesia ini sungguh ini semakin membuat saya penasaran. Gedung gerejanya tersendiri dengan fasilitas hotel dan restoran yang semuanya ada didalam satu area. Apalagi saat saya masuk didalam gedung ibadahnya, sungguh tidak kalah dengan fasilitas konser.

Double Blessing

Tahun 2003 saya menikah dengan isteri saya Sofie, pada saat saya menikah saya diberkati oleh Pastur dan Pendeta. Karena saya dari Katholik dan Sofie isteri saya dari Kristen. Tetapi kami memiliki cara unik, menikah di Gereja Katholik tetapi Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta dari Kristen dari Gereja isteri saya. Dan saat saya menikah ada pembagian tugas pelayanan, pelayanan upacara pernikahan oleh Pastur dan Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta, tetapi pada saat pemberkatan berlangsung, kami diberkati oleh Pastur dan Pendeta, inilah berkat ganda yang saya peroleh pada saat pernikahan. Tidak hanya itu, tetapi koor yang mengisi acara pemberkatan pernikahan kamipun juga dari dua Gereja. Ini adalah keunikan dari pemberkatan pernikahan saya. Sekarang saya telah dikarunia dengan satu anak dari Tuhan.

Memulai Pelayanan

Mengenal pelayanan sejak dari kecil, mengikuti putra altar. Tetapi setelah saya menikah saya sering diundang oleh Pdt. Andi Pangabean, dari Gereja Rasuli Berkat. Karena kami sama-sama hobi di musik maka seringkali saya diundang di gerejanya sebagai jemaat biasa. Disaat beribadah saya mendengarkan Pdt. Andi Pangabean menyanyikan sebuah lagu “Sampai Memutih Rambutku”, menikmati lagu ini membuat hati saya menjadi kangen dan ingin kembali lagi beribadah disana. Saya ingin tahu siapa yang menulis lagu ini ? ini membuat saya semakin cinta kepada Tuhan Yesus. Sampai akhirnya saya tahu siapa yang menuliskan lagu ini, dia adalah sahabat saya Bobby One Way.

Setelah sekian lama saya merasakan bahwa Tuhan Yesus sedang panggil saya, juga melalui musik juga, saat ibadah saya berkata dalam hati “saya ingin memainkan gitar di Gereja ini karena tidak ada pemain gitarnya”. Dan itu pula yang Tuhan Yesus berikan kepada saya, setelah selesai ibadah Pdt. Andi Pangabean menawarkan kepada saya untuk bermain gitar di Gerejanya minggu depan. Dengan cepat saya membalasnya “ya”, tanpa pikir panjang lagi. Saya melayani Tuhan dengan cara Tuhan Yesus panggil saya melalui musik.

Tuhan Yesus memiliki rencana didalam kehidupan saya, kalau saya dulu bekerja untuk mendapatkan duit, dengan pelayanan sekarang ini saya justru merasakan bahwa berkat yang mengejar saya. Bukan saya yang kejar berkat, inilah yang Tuhan Yesus sediakan bagi kita yang mengasihi DIA.


sumber : soniafide.wordpress.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Kesaksian Judika “Artis Indonesia” BEKERJA dan BERDOALAH bersama YESUS



Kesaksian pribadi salah satu artis musik Indonesia, dia terkenal dengan suara yang cukup tinggi, pernah bekerja sebagai tambal ban, dia berhasil menjadi terkenal akibat pencarian bakat di indonesia.. indonesia idol.. Ini adalah kesaksian Judika... Baca dibawa ini..?


Kesaksian Judika Sihotang
Siapa yang tidak kenal dengan Judika Sihotang? Pelantun sejumlah lagu hits seperti "Bukan Rayuan Gombal", "Bukan Dia Tapi Aku", dan "Mama Papa Larang" tersebut merupakan salah satu penyanyi pria yang cukup diperhitungkan di dunia industri musik tanah air.

Namun sebelum mengecap kesuksesan seperti sekarang, pria berdarah batak itu harus bersusah payah dahulu di dalam kehidupannya.

Lahir di keluarga yang cukup sederhana, Judika harus membantu orang tuanya dengan cara bekerja. Berbagai pekerjaan yang lebih mengutamakan kekuatan fisik pun dilakoninya. Bagi anak ke-6 dari 7 bersaudara tersebut, segala sesuatu akan ia kerjakan asalkan itu halal. 

"Apapun asal kerja yang halal. Gue juga pernah tambal ban, teman gue banyak yang jadi kernet angkot. Waktu kecil di Medan pernah menyemir sepatu karena gue ingin bekerja. Gue enggak malu, asalkan halal," ucap Judika sebagaimana dikutip dari Okezone, Kamis (13/10/2011).

Beranjak remaja tepatnya saat kelas dua SMA, suami dari Duma Riris ini memutuskan hijrah ke Jakarta. Bermodalkan juara nyanyi di tingkat Sumatera Utara dan Nasional, ia mencoba menaklukkan sejumlah festival di Ibukota. Akan tetapi apa daya, tidak ada satu pun saat itu yang bisa dimenanginya.

Sampai di tahun 1998, ia berjumpa dengan Chris Pattikawa. Produser musik yang mampu mengorbitkan AB Three itu merekrutnya ke dalam grup vokal bernama Antero Boys. Perlahan tapi pasti, jejak keberhasilnya mulai mampu ditapakinya. Bahkan bersama dengan grupnya itu, mereka memenangkan Cerbul De Aur Song Festival di Rumania 2000.

Tidak puas dengan kesuksesan di grup, Judika mengikuti ajang pencarian bakat yang diadakan di salah satu stasiun televisi swasta. Seperti diketahui, ia terpilih menjadi runner-up-nya.

Kehadirannya di ajang pencarian bakat membawanya untuk menyaksikan audiens yang lebih besar. Rekaman album pun bahkan diraihnya.

Tidak berhenti di album pertama, Judika bahkan menelurkan 2 album solo di tahun-tahun yang berbeda. Pada 2008, ia pun terlibat di salah satu film lebar dan film ini menghantarkannya meraih penghargaan sebagai Pemeran Pendatang Baru Pria di ajang Indonesian Movie Awards 2009. 

Tidak sia-sia berkat kedekatan gue dengan TUHAN Yesus, yang senantiasa berpengharapan kepada YESUS yang gue anggap sahabat dalam segala hal, sampai saat ini semua gue raih begitu sempurna. Berkat itu semua gue bisa membahagiakan semua orang, terlebih orang tua dan lagi sudah diberikan olehNYA pasangan hidup di jalan Yesus itu sendiri. 

Melalui kesaksian ini gue mengajak saudara-saudaraku semua tetap berpengharapan kepada YESUS dan bersyukur dan tetap berdoa sambil bekerja sesuai apa yang di ajarkan TUHAN Yesus kepada kita semua. "GUE bangga bersama YESUS, gue HIDUP untuk YESUS" 


Salam Kasih,
Judika Sihotang


Sumber: http://www.jawaban.com/
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

LUAR BIASA ... !!! Walau MUSLIM, Deddy Dores bantu bangun GEREJA


Selain mewariskan lagu-lagu pop romantis sepanjang zaman, sebelum meninggal musikus Deddy Dores ternyata pernah membantu pembangunan gereja di Karawang, Jawa Barat.


Menurut sahabatnya, John Seme, dua minggu lalu pria yang bernama asli Dedi Setiadi ini bercerita bahwa ia menemui para ulama dan umat mayoritas di daerah tempat untuk membangun gereja. 



Deddy membujuk supaya mereka memberi izin untuk pembangunan gereja. 



“Yang membangun gereja itu seorang warga Flores, NTT,” kata John Seme, Rabu (18/5), seerti dilansir Satuharapan.com. 

Kedatangan Deddy Dores tidak sia-sia, sebab para ulama ini mengizinkan gereja itu dibangun.



Di mata John, Deddy adalah sosok yang sangat familiar dan tak membeda-bedakan dalam pergaulan. Bahkan ia juga pernah menyanyikan lagu-lagu bersuasana Natal. Deddy tak pernah berpikir tentang sekat agama, suku dan lainnya.



Deddy Dores, yang namanya termasyhur sebagai pencipta lagu-lagu almarhumah Nike Ardila tersebut diketahui meninggal dunia pada Selasa sekitar pukul 23.45 WIB.



Menurut akun Facebook band God Bless, jenazah pria kelahiran Surabaya pada 28 November 1950 itu disemayamkan di rumah duka, Jalan Kasuari, Bintaro Jaya Sektor 9, kemudian dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat.



Kabar duka itu pertama kali diketahui dari akun Twitter JK Records, @jkrecord. “Rest in peace Deddy Dores.. #ripdeddydores #deddydores,” tulisnya.

sumber : indonesia.ucanews.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

LUAR BIASA KUASA YESUS KRISTUS... !!! Kisah Nyata Pertolongan Yesus oleh [Andy F. Noya], Silahkan baca Kisahnya dan Bagikan

Kesaksian dan kisah nyata bukti pertolongan Tuhan : "Renungan indah tentang jalan Tuhan yg tak pernah kita duga dan selalu indah pada waktunya " Oleh : Andy F. Noya.

Malam itu saya gelisah. Tidak bisa tidur. Pikiran saya bekerja ekstra keras. Dari mana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Sampai jam tiga dini hari otak saya tetap tidak mampu memecahkan masalah yang saya hadapi. Tadi sore saya mendapat kabar dari rumah sakit tempat kakak saya berobat. Menurut dokter, jalan terbaik untuk menghambat penyebaran kanker payudara yang menyerang kakak saya adalah dengan memotong kedua payudaranya. Untuk itu, selain dibutuhkan persetujuan saya, juga dibutuhkan sejumlah biaya untuk proses operasi tersebut.Soal persetujuan, relatif mudah.

Sejak awal saya sudah menyiapkan mental saya menghadapi kondisi terburuk itu. Sejak awal dokter sudah menjelaskan tentang risiko kehilangan payudara tersebut. Risiko tersebut sudah saya pahami. Kakak saya juga sudah mempersiapkan diri menghadapi kondisi terburuk itu. Namun yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman adalah soal biaya. Jumlahnya sangat besar untuk ukuran saya waktu itu. Gaji saya sebagai redaktur suratkabar tidak akan mampu menutupi biaya sebesar itu. Sebab jumlahnya berlipat-lipat dibandingkan pendapatan saya. Sementara saya harus menghidupi keluarga dengan tiga anak. Sudah beberapa tahun ini kakak saya hidup tanpa suami. Dia harus berjuang membesarkan kelima anaknya seorang diri. Dengan segala kemampuan yang terbatas, saya berusaha membantu agar kakak dapat bertahan menghadapi kehidupan yang berat. Selain sejumlah uang, saya juga mendukungnya secara moril. Dalam kehidupan sehari-hari, saya berperan sebagai pengganti ayah dari anak-anak kakak saya.

Dalam situasi seperti itu kakak saya divonis menderita kanker stadium empat. Saya baru menyadari selama ini kakak saya mencoba menyembunyikan penyakit tersebut. Mungkin juga dia berusaha melawan ketakutannya dengan mengabaikan gejala-gejala kanker yang sudah dirasakannya selama ini. Kalau memikirkan hal tersebut, saya sering menyesalinya. Seandainya kakak saya lebih jujur dan berani mengungkapkan kecurigaannya pada tanda-tanda awal kanker payudara, keadaannya mungkin menjadi lain. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Pada saat saya akhirnya memaksa dia memeriksakan diri ke dokter, kanker ganas di payudaranya sudah pada kondisi tidak tertolong lagi. Saya menyesali tindakan kakak saya yang "menyembunyikan" penyakitnya itu dari saya, tetapi belakangan -- setelah kakak saya tiada -- saya bisa memaklumi keputusannya. Saya bisa memahami mengapa kakak saya menghindar dari pemeriksaan dokter. Selain dia sendiri tidak siap menghadapi kenyataan, kakak saya juga tidak ingin menyusahkan saya yang selama ini sudah banyak membantunya. Namun ketika keadaan yang terbutruk terjadi, saya toh harus siap menghadapinya. Salah satu yang harus saya pikirkan adalah mencari uang dalam jumlah yang disebutkan dokter untuk biaya operasi.

Otak saya benar-benar buntu. Sampai jam tiga pagi saya tidak juga menemukan jalan keluar. Dari mana mendapatkan uang sebanyak itu? Kadang, dalam keputus-asaan, terngiang-ngiang ucapan kakak saya pada saat dokter menganjurkan operasi. "Sudahlah, tidak usah dioperasi. Toh tidak ada jaminan saya akan terus hidup," ujarnya. Tetapi, di balik ucapan itu, saya tahu kakak saya lebih merisaukan beban biaya yang harus saya pikul. Dia tahu saya tidak akan mampu menanggung biaya sebesar itu.
Pagi dini hari itu, ketika saya tak kunjung mampu menemukan jalan keluar, saya lalu berlutut dan berdoa. Di tengah kesunyian pagi, saya mendengar begitu jelas doa yang saya panjatkan. "Tuhan, sebagai manusia, akal pikiranku sudah tidak mampu memecahkan masalah ini. Karena itu, pada pagi hari ini, aku berserah dan memohon Kepada-Mu. Kiranya Tuhan, Engkau membuka jalan agar saya bisa menemukan jalan keluar dari persoalan ini." Setelah itu saya terlelap dalam kelelahan fisik dan mental

Pagi hari, dari sejak bangun, mandi, sarapan, sampai perjalanan menuju kantor otak saya kembali bekerja. Mencari pemecahan soal biaya operasi. Dari mana saya mendapatkan uang? Adakah Tuhan mendengarkan doa saya? Pikiran dan hati saya bercabang. Di satu sisi saya sudah berserah dan yakin Tuhan akan membuka jalan, namun di lain sisi rupanya iman saya tidak cukup kuat sehingga masih saja gundah.

Di tengah situasi seperti itu, handphone saya berdering. Di ujung telepon terdengar suara sahabat saya yang bekerja di sebuah perusahaan public relations. Dengan suara memohon dia meminta kesediaan saya menjadi pembicara dalam sebuah workshop di sebuah bank pemerintah. Dia mengatakan terpaksa menelepon saya karena "keadaan darurat". Pembicara yang seharusnya tampil besok, mendadak berhalangan. Dia memohon saya dapat menggantikannya.

Karena hari Sabtu saya libur, saya menyanggupi permintaan sahabat saya itu. Singkat kata, semua berjalan lancar. Acara worskshop itu sukses. Sahabat saya tak henti-henti mengucapkan terima kasih. Apalagi, katanya, para peserta puas. Bahkan pihak bank meminta agar saya bisa menjadi pembicara lagi untuk acara-acara mereka yang lain. Sebelum meninggalkan tempat workshop, teman saya memberi saya amplop berisi honor sebagai pembicara. Sungguh tak terpikirkan sebelumnya soal honor ini. Saya betul-betul hanya berniat menyelamatkan sahabat saya itu. Tapi sahabat saya memohon agar saya mau menerimanya. Di tengah perjalanan pulang hati saya masih tetap risau. Rasanya tidak enak menerima honor dari sahabat sendiri untuk pertolongan yang menurut saya sudah seharusnya saya lakukan sebagai sahabat. Tapi akhirnya saya berdamai dengan hati saya dan mencoba memahami jalan pikiran sahabat saya itu. Malam hari baru saya berani membuka amplop tersebut. Betapa terkejutnya saya melihat angka rupiah yang tercantum di selembar cek di dalam amplop itu. Jumlahnya sama persis dengan biaya operasi kakak saya! Tidak kurang dan tidak lebih satu sen pun. Sama persis!

Mata saya berkaca-kaca. TUHAN, Engkau memang luar biasa. Engkau Maha Besar. Dengan cara-MU, Engkau menyelesaikan persoalanku. Bahkan dengan cara yang tidak terduga sekalipun. Cara yang sungguh ajaib!

Esoknya cek tersebut saya serahkan langsung ke rumah sakit. Setelah operasi, saya ceritakan kejadian tersebut kepada kakak saya. Dia hanya bisa menangis dan memuji kebesaran Tuhan. Tidak cukup sampai di situ. Tuhan rupanya masih ingin menunjukkan kembali kebesaran-Nya. Tanpa sepengetahuan saya, Surya Paloh, pemilik harian Media Indonesia tempat saya bekerja, suatu malam datang menengok kakak saya di rumah sakit. Padahal selama ini saya tidak pernah bercerita soal kakak saya. Saya baru tahu kehadiran Surya Paloh dari cerita kakak saya esok harinya. Dalam kunjungannya ke rumah sakit malam itu, Surya Paloh juga memutuskan semua biaya perawatan kakak saya, berapa pun dan sampai kapan pun, akan dia tanggung. TUHAN Maha Besar!

Tuhan YESUS mengasihi Anda.....

sumber : pertolongan-yesus.blogspot.co.id
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Kesaksian : Pakoe Boewono XIII (Raja Surakarta) Bertemu TUHAN YESUS KRISTUS (ISA ALMASIH) Sang Ratu Adil. Bagaimanakah Kesaksiannya?


Sebuah kesempatan istimewa Tabloit GLORIA diperkenankan mewawancarai Raja Surakarta Pakoe Boewono XIII bernama Sinuhun Tedjo Woelan. Dalam wawancara eksklusif ini, terkuak pengakuan sosok Pakoe Boewono xiii telah melihat dan bertemu Isa Almasih, yang disebut-sebut Ratu Adil. Bagaimana kisahnya berikut petikan wawancara Andriant wartawan Gloria dengan Sihuhun Tedjo Woelan:

Gloria: Sejak kapan sinuhun mengenal agama dan spiritual dalam hidup ini?
Sinuhun: Kelahiran saya ada dua, yaitu kelahiran saya ke dunia yaitu pada 3 agustus 1954 dan kelahiran saya pada saat bapak ibu saya melihat pertama kai dan hal itulah yang disebut dengan kelahiran secara spiritual.
Masa kecil saya seperti anak-anak pada umumnya, yang suka bermain. Saya mendapatkan pendidikan yaitu SD, SMP, SMA dan AKABRI. Di Keraton Solo, setiap senin khusus didik tentang agama, pada malam Jumat didik tentang spiritual yang namanya budi pekerti, budi luhur dan pada hari Jumatnya kedua hal yang didapatkan itu di praktekan dalam kehidupan nyata.

Gloria: Bisa diceritakan awal mula pengalaman religi didatangi Yesus, yang disebut Isa Almasih?
Sinuhun: Pertemuan pertama kali dengan Isa Almasih saya alami ketika saya belum dinobatkan menjadi sinuwun. Tepatnya sewaktu saya dinas militer di Timor-Timur tahun 1983. Waktu itu saya tergabung dalam pasukan TNI yang ditugaskan di Timor Timur untuk menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Semula di dalam pasukan terdapat 21 orang prajurit termasuk saya, tetapi karena terjadi pertempuran sengit beberapa kali dengan gerakan orang-orang bersenjata yang berada di Timor-Timur, sebanyak 19 orang prajurit anak buah saya gugur dalam medan perang. Waktu itu Edi B.M. menjadi komandan saya. Komandan saya bingung dan sedih mengalami kenyataan itu. Mengetahui hal saya menyarankan pada komandan bahwa yang dipimpin adalah yang hidup dan jangan terus terlarut-larut dalam kesedihan seperti itu, dan tidak ada gunanya memikirkan terus anak buah yang telah mati.

Gloria: Lantas tanggapan komandan saat itu?
Sinuhun: Saran saya diterima. Setelah survey pada hari Minggu saya mendampingi komandan untuk mengikuti pelaksanaan misa terakhir di salah satu gereja yang ada di Dili.
Sewaktu komandan saya jongkok di depan sayapun ikut jongkok. Setelah itu saya berbicara kepada Tuhan Yesus, saya beritahukan nama saya, saya sebutkan orang tua saya dan saya beritahukan maksud dan tujuan saya datang ke tempat itu.

Saya juga katakan bila sekiranya saya kurang berkenan datang ke gereja, saya memohon ampun kepada Tuhan Yesus. Dihadapan Tuhan Yesus saya minta pengampunan atas perbuatan kesalahan yang saya perbuat.
Kebetulan yang ada ditempat itu hanya saya dan komandan sehingga saya lebih leluasa untuk berdoa. Saya sendiri tidak mengerti justru kenapa saya yang didatangi Tuhan Yesus dan hanya saya yang dapat melihat sosokNya. Waktu itu Tuhan Yesus berdiri dan mengulurkan tangan ke arah saya, sepertinya hendak memberikan berkatnya pada saya. Sedangkan komandan saya tidak melihat apa-apa.


Gloria: Apa yang melatar belakangi Sinuhun, sehingga mengadakan perjalanan spiritual?
Sihuhun: Karena ketika itu setelah Pakubuwono XII surut, saya dinobatkan sebagai Ratu pada 31 Agustus 2004, dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono (SISKS PB) XIII atau di sebut pula dengan ‘Sinuhun Tedjo Woelan’ yang disingkat ‘STJW’. Saat itu muncul tingkat kesadaran saya agar benar-benar dapat menjalankan fungsi tugas sebagai Ratu sebagaimana mestinya. Ratu alam jagat ini mempunyai makna, dimana itu kedatu atau kedaton bisa disebut pula sebagai pemimpin.

Sebelum menjadi Ratu harus jadi pandhito (orang yang menjadi panutan dalam sikap dan budi pekerti yang luhur Red) dahulu, setelah itu bisa nyabdo (berbicara Red), selain itu harus waskito (awas dalam bersikap arif dalam membaca tanda-tanda jaman) dan selanjutnya wicaksono (bijaksana Red.) Tetapi ketika saya melakukan spiritual, saya dapati ternyata ‘STJW’ bukan Sinuhun Tedjo Woelan, tetapi saya mendapatkan pengertian ‘Sinuhun Tanah Jawa’. Memang keduanya dapat disingkat ‘STJW’ baik untuk Sinuhun Tedjo Wolean maupun Sinuhun Tanah Jawa. Tetapi Sinuhun Tanah Jawa itu mungkin bukan saya dan semula saya tidak ngerti apa maksud semua ini.

Gloria: Apa yang membuat bapak tertarik pada perjalanan spiritual saat itu?
Sinuhun: Saya semakin tertarik untuk meneliti dan mempelajari sumber-sumber itu karena berkaitan dengan Ratu-Ratu tanah Jawa pada masa lalu. Hal ini saya pelajari satu-satu dengan teliti agar saya dapat belajar dari pengalaman Ratu-Ratu pada jaman dahulu sekaligus mengambil hikmahnya. Mulai jaman Airlangga, Ken Arok hingga Ratu-Ratu berikutnya semuanya tidak ada yang luput dari perhatian saya.
Dahulu istilah Jawa nya Ratu menggunakan sebutan Prabu tetapi tiba-tiba berubah sebutan menjadi Sultan. Mengapa tiba-tiba menggunakan gelar Sultan? Akhirnya saya tahu, itu karena pengaruh Islam pada saat itu.

Tanah Jawa telah beberapa kali didatangi oleh wali songo (sembilan wali Red) tetapi toh tidak semua tanah Jawa memeluk islamkan. Padahal para wali itu hebat-hebat, apalagi seperti Sunan Kali Jaga. Menurut pengamatan saya ada tiga kesalahan Kerajaan Demak: Kesalahan pertama di Ratunya, kesalahan kedua di bapaknya dan kesalahan di negaranya. Setelah itu muncul Sultan Hadiwijaya yang memerintah selama satu periode. Selanjutnya diteruskan Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati. Diteruskan dengan beberapa Amangkurat Jawi sampai dengan Sultan Agung.

Sultan Agung seorang yang hebat karena berusaha mempersatukan antara ulama dengan umaroh (Penguasa di Pemerintahan Red.). Namun beliau adalah ratu yang umurnya paling pendek karena melanggar bahwa ulama dan umaroh tidak akan bisa dijadikan satu.

Setelah itu muncul nama Pakubuwono. Dimulai dari Pakubuwono I, Pakubuwono II yang selanjutnya muncul Sultan Hamengkubuwono, muncul Mangkunegoro terakhir Paku Alam.
Setelah Paku Buwono IV, muncul pandita namanya Sulatu Langgrek. Setelah itu diteruskan Pakubuwono V hingga Pakubuwono X.

Satu-satunya Ratu di pulau Jawa yang mukti mulyo wibowo waskito hanya Pakubuwono X yang bertahta selama 41 tahun dan disitu putus sudah putus karena panembahan senopati muncul lagi.
Pakubuwono XII adalah Ratu pulau Jawa yang noto jumeneng paling panjang, kurang lebih selama 52 tahun. Berkaitan dengan Pakubuwono XII, dalam bahasa Jawanya angka dua belas adalah ongko rolas yang bermakna ‘rohipun sampun telas.’

Gloria: Berapa lama perjalanan spiritual?
Sinuhun: Perjalanan spiritual saya lakukan bukannya 2, 3 hari, tetapi saya lakukan selama tiga setengah tahun. Memang hal itu sudah menjadi keputusan saya dan tidak ada seorangpun yang dapat mencegah kemauan saya.


Selama itu saya harus meninggalkan isteri, keluarga, keraton Solo dan kehidupan duniawi. Bukannya saya egois dan tidak mau mempedulikan keluarga maupun orang lain, tetapi ada hal yang lebih prinsip dan saya anggap sangat penting dari itu semua sehingga saya melakukan perjalanan spiritual.

Gloria: Pertemuan yang lain antara Sinuhun dengan Yesus selanjutnya bagaimana?
Sinuhun: Yesus menemui saya untuk kedua kalinya. Hingga yang keempat kalinya setelah saya dinobatkan sebagai Sinuhun. Tuhan Yesus menemui saya kedua kalinya, saat saya berada ditengah laut.
Dan yang ketiga kalinya menjumpai saya ketika saya berada didalam pesawat udara. Pada saat itu saya diliputi oleh rasa ketakutan yang saya sendiri tidak tahu mengapa sebabnya. Saat itu Tuhan Yesus menemui saya. Tuhan Yesus mencul lagi menemui saya keempat kalinya pada saat saya bersemedi.

Gloria: Waktu itu Bapak semedi dimana?
Sinuhun: Nggak perlu tahu, kalau saya beritahu nanti orang berbondong-bondong ke sana dan saya tidak mau kalau orang-orang akhirnya mengkeramatkan tempat itu.

Gloria: Apakah terjadi dialog ketika Sinuhun didatangi Yesus Kristus?
Sinuhun: Yang jelas, sewaktu saya didatangi Yesus tidak terjadi dialog timbal balik, walaupun sebenarnya dalam hati, saya ingin bercakap-cakap panjang lebar dengan Tuhan Yesus waktu itu. Mungkin karena saya masih kotor atau mungkin karena belum titi wancinya (belum tiba saatnya Red.) 

Gloria: Hikmah apa yang Sinuhun dapatkan dari melakukan perjalanan spiritual?
Sinuhun: Saya membaca buku-buku tentang sejarah tanah Jawa yang di dalamnya juga ada yang membahas tentang Ratu Adil yang berkaitan dengan tanah Jawa, selain itu saya sering mengadakan saresehan sehingga dapat mendengarkan masukkan. Dari situlah saya mengerti bahwa Indonesia ini punya konsep namanya konsep Sang Ratu Adil.

Jongko (ramalan Red.) Joyoboyo konsepnya Ratu Adil, Sabdopalon konsepnya juga Ratu Adil, Ronggo Warsito membahas Ratu Adil, Bung Karno juga menyebut Ratu Adil, Pak Soeharto juga memakai sarana adil, sarana gunung Srandil, tetapi di perjalan semua geger(ribut Red.) karena apa? Ratu Adil adalah Ratu yang membuat berdirinya Tanah Jawa, lha ini siapa?  Sabdo Pandhito ratu Waskito Ian wicaksono ini yang namanya Mirah Delima, dimana kalau anda mencari Mirah Delima kemana saja tidak akan ketemu, ini adalah hasil dari perjalanan spiritual saya.

Gloria: Apa yang istimewa dalam penglihatan itu?
Sinuhun: Justru di perjalanan spiritual tersebut akhirnya muncul yang namanya Yesus. Saya sendiri semula bertanya yang muncul bukannya Ratu-Ratu tanah Jawa leluhur saya, tetapi justru Yesus yang mendatangi saya. 

Ternyata dari perjalanan spiritual yang saya lakukan, saya mendapatkan bahwa Ratu Adil Sinuhun Tanah Jawa adalah Yesus. Mau anda gelar, mau anda muat di koran ataupun di media massa silahkan, begitu anda muat pasti dunia ini akan geger (ribut Red.), pasti Paus di Vatikan akan mengundang dan mengklarifikasi saya.

Gloria: Kalau dirunut dari sumber-sumber sejarah tanah Jawa ada data yang berkaitan dan berbicara tentang Yesus?
Sinuhun: Ada! Anda lebih baik ke Radio Pustaka Kepustakaan Jawa di Yogyakarta di sana ada banyak buku tulisan tokoh dan pujangga Jawa yang berkaitan dengan hal itu, tanyalah pada ahlinya jangan tanya saya sebab saya bukan ahli sejarah.

Dari buku-buku yang pernah saya baca itu ada yang tersirat ada pula yang tersurat tentang  Yesus atau juga yang disebut Isa Almasih. Kalau anda mau mewawancarai saya yang berkaitan dengan spiritual, anda juga harus berspiritual juga, kalau tidak, hal itu tidak akan pernah anda capai. Makanya saya sering mengajak ayo kita laku (mengalami sendiri pengalaman spiritual Red.) bersama-sama, supaya tahu. Saya sudah tidak bisa sabar. Dan saya harus mengajak dengan tegas dalam hal ini, sehingga bukan hanya saya saja yang dapat kebenaran dan pencerahan.

Gloria: Apakah kaitan Yesus sebagai Ratu Adil dapat diartikan juga Yesus sebagai Tuhan?
Sinuhun: Kalau berbicara tentang Tuhan itu siapa. Tuhan berada pada diri sendiri, tidak jauh dari urat nadi kita. Kalau di ajaran Jawa dikenal dengan istilah Ingsun Sejati. Dalam filosofi jawa dikenal terdapat istilah Argo dumilah, argo itu dirimu sendiri, seperti sebuah gunung dumadine saka (terciptanya dari red) Allah.
Ketika kita memahami dan menyadari bahwa kita ini berasal dari Allah, maka seseorang telah berada  pada titik balik sehingga pada akhirnya akan mewujudkan kasampurnaan sejati (kesempurnaan yang sesungguhnya Red) atau yang disebut juga kesejatian diri.

Sebelum mencapai kesejatian diri, pasti orang-orang yang punya tekad sungguh-sungguh mencapai kesajtian diri pasti akan ditemui Yesus, karena hal itu sudah saya alami sendiri dan sudah dialami pula oleh orang lain selain saya. Yesus akan memberikan jawaban pada mereka yang ingin mencapai kasampurnaan hidup. Istilah kasampurnaan urip di sebut ‘sirotol mustagim’.

Gloria: Apa yang bisa Sinuhun simpulkan setelah perjalanan spiritual itu?
Sinuhun: Setelah saya memohon petunjuk kepada Sang Pencipta jagad, pemikiran saya dibukakan oleh Tuhan lewat proses perenungan spiritual yang dalam dan memakan waktu yang cukup lama. 

Hasil perenungan saya semakin lengkap masukkan dari beberapa sahabat baik yang memberikan masukkan, saya tahu  bahwa Isa Almasih menemui. Saya kembali ditemui oleh sosok itu beberapa kali di tempat dan dalam waktu yang berbeda-beda. Dalam semedipun saya pernah didatangi oleh Isa Almasih. Dan sejak saat itu saya mulai merenungkan siapakah sebenarnya Isa Almasih itu. 

Dan dari pengalaman batin yang saya alami, membaca buku-buku dan diskusi dengan tokoh-tokoh yang paham dan mengerti betul masalah spirituil secara benar, akhirnya saya dapat mengetahui dan memahami bahwa Isa Almasih adalah Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta, dimana hal ini sesuai dengan iman dan kepercayaan umat Kristen.

Gloria: Apa makna politis Ratu Adil untuk bangsa ini?
Sinuhun: Dalam setiap jaman Ratu Adil dalam arti politis itu pasti selalu muncul, jumlahnya amat sangat sedikit. Ratu Adil sejati. Pada kenyataannya tidak ada satupun manusia yang benar-benar bisa berlaku adil di dunia.

Dan hanya Tuhan Penguasa semesta saja yang dapat benar-benar berbuat adil. Jadi Tuhan adalah gambaran Ratu Adil yang sejati. Jika dikaitkan dalam Pembukaan UUD alinea ketiga 1945: ‘Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya’, bukan saja menegaskan lagi apa yang menjadi motivasi riil dan material bangsa Indonesia untuk menyataan kemerdekaannya tetapi juga menjadi keyakinannya, menjadi motivasi spiritualnya, bahwa maksud dan tindakannya menyatakan kemerdekaan itu diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan ini digambarkan bahwa bangsa Indonesia mendambakan kehidupan yang berkeseimbangan antara jasmani dan rohani. Sekaligus menunjukkan ketakwaan bangsa Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan rakhmat bagi bangsa Indonesia sehingga mencapai kemerdekaan. Selanjutnya jika kita lihat Alinea keempat UUD 1945: ‘Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yhang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia…’

Indonesia mempunyai usaha untuk menertibkan dunia. Apakah benar alam semesta yang diciptakan tidak tertib sehingga bangsa Indonesia ingin menertibkannya? Indonesia sekarang ini malah sering dilanda bencana, dari mulai tsunami, gempa bumi, tahan longsor, banjir bandang, luapan lumpur lapindo dan bencana yang mungkin akan terjadi di masa mendatang mengisyaratkan bahwa bangsa Indonesia, khususnya pemerintahan belum berhasil dalam mewujudkan cita-cita luhur untuk menertibkan dunia.

Gloria: Bisa dijelaskan hakekat Ratu Adil pandangan Jawa?
Sinuhun: Rupanya alam yang dieksploitasi besar-besaran dan seenak sendiri untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok atau golongan tertentu tanpa memperhatikan kesejahteraan seluruh rakyat mulai berteriak menuntuk keadilan, misal saja hutan, dimana banyak hutan ditebang secara liar sehingga mendatangkan musibah banjir maupun tanah longsor, sementara kayunya dijual secara ilegal keluar negeri. 

Seiring dengan banyaknya hutan yang ditebang secara liar, lama-kelamaan negara kita akan menjadi panas, sementara kalau kita melihat negara lain yang punya kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian alam maka kita akan merasakan kesejukkan dan merasa lebih senang tinggal diluar negeri. Padahal di Indonesia sebenarnya kaya dengan hutan tetapi kok malah di rusak sendiri. Jika fenomena dan bencara alam terjadi tidak ada satupun yang dapat menghentikannya ataupun mencegahnya sekalipun menggunakan teknologi modern. Dalam filosofi Jawa tersirat Ratu Adil mempunyai kuasa atas alam semesta sehingga dapat menghentikan ataupun menggerakkan semua fenomena alam. Hanya Tuhan saja yang dapat melakukan hal itu.

Dalam kepercayaan Jawa kita dapat menemukan hakekat Ratu Adil bila kita mengetahui dan paham betul identitas dan jati diri kita secara benar. Diri kita dapat menuntun dengan benar agar kita menemukan Ratu Adil yang sejati. Tapi sekarang ini malah ada kata pepatah ‘Wong Jawa Ilang Jawane’ sehingga sampai kapanpun kita juga tidak akan pernah memahami hakekat ratu adil yang sebenarnya. Dalam pemerintahan saja, sekarang ini hukum dan keadilan belum sepenuhnya dijalankan secara adil, itu menandakan bahwa hakekat Ratu Adil belum terwujud sekarang ini.

Dari fakta harus kita akui bahwa tidak ada satupun manusia yang dapat berbuat adil, yang dapat berbuat adil hanya Tuhan sebagai hakim dunia yang dapat berbuat adil. Menurut kepercayaan saya, Isa Almasih adalah Imam Mahdi dan Hakim Adil akhir Jaman. Sehingga konsep itu sesuai dengan pengalaman spiritual secara pribadi dengan Isa Almasih, di mana saya tidak pernah habis pikir.

Masih banyak orang yang belum percaya bahwa YESUS adalah TUHAN yang berdaulat, TUHAN yang sejati, yang hidup. Bahkan beberapa yang percaya TUHAN tapi mereka tak percaya kalau mereka bisa berjumpa dengan TUHAN YESUS secara pribadi, muka dengan muka. Namun TUHAN ijinkan saya untuk menemukan wawancara redaksi Gloria dengan Raja Surakarta tentang pertemuan pribadinya dengan TUHAN YESUS, dan beliau menyatakan bahwa ISA AlMASIH, YESUS KRISTUS adalah TUHAN. Beberapa waktu yang lalu saya tulis pada tahun 1994 ada 21 anak-anak kedar di Arab yang bertemu dengan TUHAN YESUS di ruang kelas mereka dan setelah dikonfirmasi ke Kyai di Masjid mereka, Kyai itu mengkonfirmasi bahwa yang mereka lihat, yang menyentuh mereka, yang melawat anak-anak itu adalah ISA ALMASIH, TUHAN YESUS sendiri. Inilah beberapa bukti bahwa TUHAN YESUS adalah TUHAN YANG HIDUP!! Yang menyertai anak-anakNYA sampai akhir jaman. Taruh imanmu pada TUHAN YESUS saja, DIA lah jalan dan satu-satunya jalan menuju Surga, kehidupan kekal. YESUS menunggumu.... 

TUHAN YESUS memberkati.. :)

Salam Kasih... 
Joseph Raphael Prima

sumber : senjatarohani.wordpress.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

LUAR BIASA... !!! Cerita Cinta Ahok dan Veronica Berawal dari Gereja


Tanggal 14 Februari kerap dirayakan sebagai Valentine Day atau biasa disebut dengan Hari Kasih Sayang. Momen tersebut biasanya dimanfaatkan oleh seseorang untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih kepada orang yang disayang. Kendati demikian, hari Valentine tampaknya tidak berlaku bagi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan pasangannya Veronica Tan. 

Pria yang biasa disapa Ahok itu mengaku dirinya tidak pernah merayakan Hari Valentine selama hidup bersama istrinya. "Enggak ada, kita enggak pernah rayain Valentine- valentine," ucap Ahok di Jakarta, Minggu (14/2/2016). 

Ahok pun bercerita kalau dirinya bukan tipe pria yang romantis. Ia juga mengaku sangat jarang memberikan kejutan kepada sang istri. 

"Aku ini bukan tipe orang rokok makan gratis (romantis)," kata Ahok berguyon. 


Kendati demikian, Ahok sempat bercerita bagaimana awal mula dirinya bertemu dengan Veronica. Ia mengaku pertama kali bertemu dengan ibu tiga anak tersebut di gereja tempat mereka biasa menunaikan ibadah setiap hari minggu. Dari pertemuan itu, Ahok mengaku mulai jatuh hati pada Veronica.

Bukan dari Mata Turun ke Hati

"Waktu itu aku udah kerja, Bu Vero baru lulus kuliah. Ketemu pertama itu di gereja, ceritanya enggak sengaja keinjek kakiny,a kok. Jadi bukan dari mata turun ke hati, tapi dari kaki naik ke hati," ucap Ahok sembari tertawa. 

Ahok mengaku makin terpukau dengan perempuan asal Medan, Sumatera Utara, itu saat Vero tampil memainkan piano dan melantunkan nyanyian di gereja tersebut. "Dari situ tertarik dan saya lihat ibu (Veronica) punya kepribadian yang kokoh," kata Ahok. ‎ 

Ia pun menilai sosok sang istri sebagai seorang perempuan yang luar biasa. Tidak hanya menjadi istri yang baik, Vero juga mampu menjadi seorang ibu bagi ketiga anak-anaknya. 

"Ibu orangnya oke, melahirkan anak-anak yang sehat dan baik. Ya, kalau urusan mendidik juga oke, kita mendidik bareng-bareng," tutur mantan Bupati Belitung Timur itu. ‎ 

Kendati ‎hubungannya selama ini menurutnya baik- baik saja, Ahok mengaku dirinya pernah bertengkar dengan sang istri. Namun, pertengkaran atau konflik yang terjadi, kata Ahok, merupakan hal yang biasa dalam berumah tangga. 

"Konflik-konflik terjadi, ya enggak ada masalah. Paling yang bikin ribut kadang-kadang kayak ngatur anak bisa beda pendapat. Misalnya saya minta anak mandi pagi, Bu Vero kalau liburan minta anak-anak mandi siang. Kayak-kayak gitu aja," ucap Ahok.** ‎

sumber : liputan6.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Kesaksian Artis Billy Glen : Kau Tidak Membiarkanku Tenggelam Dalam Lumpur Dosa

Follow-Jesus

Kesaksian Artis Billy Glen: Kau tidak membiarkanku tenggelam dalam lumpur dosa - Ketika Billy Glen menjauh dari Tuhan, kesuksesan membawanya pada kehancuran hidup. Namun teguran Tuhan membawanya kembali ke jalan yang mendatangkan hidup. 

Aku lahir dari sebuah keluarga yang sangat taat pada Kristus. Sejak kecil aku rajin ke gereja dan ibuku selalu menanamkan dasar-dasar iman Kristus kepadaku.

Tahun 1995, pada suatu kesempatan yang luar biasa, aku mengikuti sebuah ajang pemilihan top model di Bandung. Selama proses audisi, aku selalu berdoa pada Tuhan meminta agar aku keluar sebagai pemenangnya. Dan ternyata Tuhan memang baik, Ia menjawab doaku. Aku terpilih menjadi juara pertama.

Setelah memenangkan ajang tersebut, kesempatanku untuk masuk ke dunia model semakin besar. Perjalanan karierku sebagai seorang model berjalan dengan sangat lancar. Aku percaya bahwa ini semua berkat pertolongan Tuhan dan aku selalu menyempatkan waktu untuk berdoa kepada Tuhan. Karierku semakin berkembang, banyak job dari Jakarta. Situasi ini membuatku memutuskan untuk tinggal di sana saja.

Meraih Kesuksesan

Ternyata di Jakarta karierku berkembang dengan sangat baik. Bahkan aku mulai memasuki dunia akting sinetron. Dengan berbekal pengalaman di bidang taekwondo yang sejak kecil digeluti, aku berhasil menapaki dunia akting dengan peran pertamaku sebagai peran pembantu utama. Aku pun berhasil mendapatkan peran dalam film layar lebar yang sangat terkenal saat itu, Ca Bau Kan. Disaat teman-temanku harus berjuang keras dalam dunia entertainment ini, jalanku justru sangat mulus.

Aku sangat merasakan kemurahan Tuhan yang luar biasa dalam hidupku. Tahun 2002, aku mendapat peran utama dalam sebuah sinetron yang terkenal. Saat itulah aku meraih titik puncak kesuksesanku dan mendapatkan kontrak yang bernilai sangat besar.

Melupakan Tuhan 

Namun, kemurahan Tuhan dan kesuksesanku itu justru membuatku semakin menjauh dari Tuhan. Kesibukanku justru membuatku tidak memiliki waktu untuk berdoa dan mendekat padaNya. Aku mulai merasa mampu hidup tanpa Dia. Aku benar-benar membuang Tuhan jauh-jauh dari hidupku. Saat itulah, kuasa kegelapan mulai masuk dalam hidupku. Aku mulai terbawa arus pergaulan yang buruk. Diskotik, minuman keras, bahkan jenis narkoba seperti extacy, ganja, kokain, dan shabu-shabu selalu ada di setiap hari-hariku. Honor dari pekerjaanku itu kuhabiskan untuk berfoya-foya sehingga aku pun terjerumus dalam pergaulan seks bebas.

Tertangkap Polisi

September 2002, aku tertangkap polisi. Ketika baru saja pulang dari syuting sebuah sinetron, aku meminta temanku untuk membelikan sejenis narkoba. Polisi ternyata telah mengincar temanku itu sehingga ia tidak bisa melarikan diri lagi. Setelah ditangkap, atas pengakuannya polisi memintanya untuk menjebakku. Seperti yang telah mereka rencanakan, akhirnya aku pun ditangkap dan harus menjalani masa tahanan selama 8 bulan.

Dalam situasi ini kesombongan masih kuat menguasaiku sehingga aku tidak menyadari kesalahan, sebaliknya malah selalu mempersalahkan Tuhan. Sebagai seorang artis yang sudah dikenal, aku sering menerima pujian. Tetapi semuanya berubah menjadi hinaan karena tindakan kriminalku ini. Walaupun aku tahu bahwa narkoba itu tidak baik bagi masa depanku, tetapi keterikatanku dengan obat jahat itu membuatku terus mengkonsumsinya sekalipun berada dalam penjara.

Bebas dan Tertangkap Lagi

Setelah masa 8 bulan tahanan itu selesai, aku kembali mulai merintis karierku di dunia sinetron. Namun kesombongan itu tetap mengendalikan pikiranku. Aku sama sekali tidak tergerak untuk bertobat, justru semakin kecanduan dengan obat-obatan. Akhirnya, aku boleh dikatakan menjadi lebih bodoh dari orang bodoh…karena orang bodoh pun tidak akan masuk ke lubang yang sama. Pukul 12 malam itu, ketika sedang berpesta drugs di sebuah tempat di kota Bekasi, bersama teman-teman pecandu, polisi pun mengetahui aksi kami ini dan kami pun digelandang ke tahanan setempat. Aku harus mendekam lagi selama 7 bulan di penjara Bulak Kapal Bekasi.

Ingat Tuhan?
Dalam penjara, pengalaman memalukan ini membuatku merenungkan kasih Tuhan yang besar dalam hidupku. Di saat aku meninggalkanNya, Ia tidak membiarkanku terjebak terus-menerus dalam jurang dosa, justru berusaha menegurku bahkan sampai 2 kali agar aku berbalik kembali kepada jalanNya. Akupun teringat tulisan dalam Wahyu 3: 9 yang mengatakan “Barangsiapa Kukasihi, ia kuhajar. Sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah.” Aku langsung menangis histeris dan menyadari bahwa Tuhan begitu baik bagiku.

Walaupun aku telah menjauh dariNya, bahkan seringkali menyalahkanNya, namun Ia tidak pernah meninggalkanku dan tetap mengakuiku sebagai anakNya. Ia ingin agar aku bertobat sebelum semuanya terlambat. “Tuhan, Engkau sangat baik bagiku. Kau tidak membiarkanku tenggelam dalam lumpur dosa. Kau tidak membiarkan narkoba itu merenggut nyawaku dan membawaku ke dalam kematian.

Terima kasih untuk kesempatan ini. Aku ingin menjadi hambaMu yang taat dan setia di dalam Engkau…” Saat itu aku benar-benar bertobat. Yang berbeda dalam masa tahananku kali ini ialah, sebelumnya aku ditahan dengan rasa kekuatiran dan kemarahan, namun kali ini aku lebih banyak mengucap syukur dan berusaha untuk menjalani dengan sukacita hari-hari dalam tahanan itu sampai akhirnya, 31 Desember 2005, aku selesai menjalani masa tahananku.

Titik balik kehidupanku

1 Januari 2006, hari yang paling bersejarah untukku karena hari itu aku memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan Tuhan Yesus yang akan terus menuntunku dalam tiap langkahku. “Tuhan, ajar aku melakukan segala yang Kau inginkan untuk aku jalani dalam hidupku ini…” pintaku kepadaNya.

Sebagai jawaban doaku, Ia menempatkanku dalam sebuah komunitas rohani di daerah Kelapa Gading. Dan aku juga kembali memulai karierku di dunia entertainment dengan cara hidupku yang baru dalam Kristus. Aku juga ambil bagian dalam pelayanan untuk menyaksikan betapa besar kasihNya bagiku karena Ia telah menghajar dan menegurku saat aku hampir tenggelam dalam lembah maut demi menyelamatkan hidupku.

Lingkungan pergaulanku yang baru ini juga membuatku merasa sangat damai dan tentram. Ada sukacita yang kurasakan dalam hari-hariku, yang tidak pernah kurasakan sebelumnya ketika aku masih hidup dalam kenikmatan dunia. Hal yang membanggakan bagiku ialah, melalui pertobatan dan pemulihanku ini, ayahku yang dulu belum sungguh-sungguh di dalam Tuhan kini mengambil keputusan untuk menjadi orang Kristen sejati.

sumber : www.hkbpglugurmedan.org
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net